Lamborghini Batal Kembangkan Supercar Listrik, Alasannya Mencengangkan
Winkelmann menambahkan ada satu segmen yang dinilai masih sesuai dengan DNA Lamborghini, yaitu mobil grand tourer. “Yang hilang, atau yang masih hilang, dan yang pada awalnya merupakan titik awal perusahaan kami, adalah gran turismo. Jadi idenya adalah gran turismo dua pintu 2+2,” ucap dia.
Konsep mobil dua pintu dengan konfigurasi empat tempat duduk tersebut dinilai masuk akal untuk memperluas pasar Lamborghini. Apalagi beberapa rival mereka telah lebih dulu bermain di segmen ini.
Pabrikan seperti Ferrari, Aston Martin, dan Bentley telah menawarkan mobil grand tourer dua pintu dengan performa tinggi yang tetap mampu membawa empat penumpang.
Bagi Lamborghini, ide menghadirkan mobil grand tourer sebenarnya bukan hal baru. Pada 2014, mereka sempat memamerkan konsep hybrid bernama Lamborghini Asterion.
Konsep tersebut menggabungkan mesin V10 dengan teknologi hybrid, namun hanya memiliki konfigurasi dua tempat duduk sehingga belum benar-benar masuk kategori grand tourer 2+2.
Meski belum ada detail teknis terkait model baru tersebut, peluang kehadiran mobil grand tourer Lamborghini cukup menarik. Model seperti ini berpotensi menjadi kendaraan performa tinggi yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh, sekaligus tetap mempertahankan karakter khas Lamborghini yang agresif dan eksotis.
Jika rencana ini terealisasi, Lamborghini bisa membuka segmen baru dalam portofolionya, sekaligus memperluas jangkauan pasar tanpa harus meninggalkan identitas sebagai produsen supercar berperforma tinggi.
Editor: Dani M Dahwilani