Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Mobil Listrik BYD Nyemplung ke Kolam Bundaran HI, Kok Bisa?
Advertisement . Scroll to see content

Lamborghini Batal Kembangkan Supercar Listrik, Alasannya Mencengangkan

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:23:00 WIB
Lamborghini Batal Kembangkan Supercar Listrik, Alasannya Mencengangkan
Setelah sempat merencanakan membangun supercar listrik sebagai model keempat, Lamborghini membatalkan memilih arah pengembangan mobil berikutnya. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini kembali menyusun strategi baru dalam memperluas jajaran produknya. Setelah sempat merencanakan supercar listrik sebagai model keempat, rencana tersebut dibatalkan sehingga perusahaan kembali memikirkan arah pengembangan mobil berikutnya.

Selama hampir dua dekade terakhir, Lamborghini memang terus mencari formula terbaik untuk memperluas portofolio produk. Salah satu upaya awal terlihat saat mereka memperkenalkan konsep sedan empat pintu Lamborghini Estoque pada 2008.

Namun, proyek sedan tersebut akhirnya dihentikan. Lamborghini kemudian memutuskan fokus pada segmen SUV yang akhirnya melahirkan Lamborghini Urus, model yang kini menjadi salah satu tulang punggung penjualan mereka secara global.

Saat ini Lamborghini memiliki tiga model utama yang dipasarkan, yakni Lamborghini Temerario, Lamborghini Revuelto, dan Urus. Perusahaan sebelumnya juga mengonfirmasi akan menghadirkan model listrik bernama Lamborghini Lanzador sebagai model keempat sebelum akhir dekade ini.

Namun rencana menghadirkan supercar listrik tersebut berubah. Lamborghini membatalkan proyek itu karena minat pasar dinilai sangat rendah untuk mobil listrik di segmen supercar.

Keputusan tersebut memaksa pabrikan asal Sant’Agata Bolognese itu kembali ke meja perencanaan untuk menentukan arah model keempat mereka.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengungkapkan perusahaan sebenarnya telah mengevaluasi berbagai kemungkinan segmen yang belum dimasuki.

“Ketika kami mempertimbangkan ide model keempat, kami memeriksa semua segmen di mana kami belum masuk dan juga subsegmennya,” kata Winkelmann saat berbincang dengan media otomotif Car and Driver di ajang 12 Hours of Sebring dilansir dari Carscoops, Rabu (25/3/2026).

Dia menjelaskan Lamborghini tidak tertarik menghadirkan SUV yang lebih kecil dari Urus ataupun sedan empat pintu.

“Kami mengesampingkan kemungkinan memiliki SUV kecil, dan kami juga mengesampingkan kemungkinan memiliki sedan empat pintu, karena segmen tersebut semakin menyusut. Jika Anda menjual sedan, Anda hampir hanya menjual mobil dengan jarak sumbu roda panjang, yang tidak terlihat bagus pada jenis mobil kami,” ujarnya.

Winkelmann menambahkan ada satu segmen yang dinilai masih sesuai dengan DNA Lamborghini, yaitu mobil grand tourer. “Yang hilang, atau yang masih hilang, dan yang pada awalnya merupakan titik awal perusahaan kami, adalah gran turismo. Jadi idenya adalah gran turismo dua pintu 2+2,” ucap dia.

Konsep mobil dua pintu dengan konfigurasi empat tempat duduk tersebut dinilai masuk akal untuk memperluas pasar Lamborghini. Apalagi beberapa rival mereka telah lebih dulu bermain di segmen ini.

Pabrikan seperti Ferrari, Aston Martin, dan Bentley telah menawarkan mobil grand tourer dua pintu dengan performa tinggi yang tetap mampu membawa empat penumpang.

Bagi Lamborghini, ide menghadirkan mobil grand tourer sebenarnya bukan hal baru. Pada 2014, mereka sempat memamerkan konsep hybrid bernama Lamborghini Asterion.

Konsep tersebut menggabungkan mesin V10 dengan teknologi hybrid, namun hanya memiliki konfigurasi dua tempat duduk sehingga belum benar-benar masuk kategori grand tourer 2+2.

Meski belum ada detail teknis terkait model baru tersebut, peluang kehadiran mobil grand tourer Lamborghini cukup menarik. Model seperti ini berpotensi menjadi kendaraan performa tinggi yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh, sekaligus tetap mempertahankan karakter khas Lamborghini yang agresif dan eksotis.

Jika rencana ini terealisasi, Lamborghini bisa membuka segmen baru dalam portofolionya, sekaligus memperluas jangkauan pasar tanpa harus meninggalkan identitas sebagai produsen supercar berperforma tinggi. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut