Lamborghini Batal Kembangkan Supercar Listrik, Alasannya Mencengangkan
CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengungkapkan perusahaan sebenarnya telah mengevaluasi berbagai kemungkinan segmen yang belum dimasuki.
“Ketika kami mempertimbangkan ide model keempat, kami memeriksa semua segmen di mana kami belum masuk dan juga subsegmennya,” kata Winkelmann saat berbincang dengan media otomotif Car and Driver di ajang 12 Hours of Sebring dilansir dari Carscoops, Rabu (25/3/2026).
Dia menjelaskan Lamborghini tidak tertarik menghadirkan SUV yang lebih kecil dari Urus ataupun sedan empat pintu.
“Kami mengesampingkan kemungkinan memiliki SUV kecil, dan kami juga mengesampingkan kemungkinan memiliki sedan empat pintu, karena segmen tersebut semakin menyusut. Jika Anda menjual sedan, Anda hampir hanya menjual mobil dengan jarak sumbu roda panjang, yang tidak terlihat bagus pada jenis mobil kami,” ujarnya.
Winkelmann menambahkan ada satu segmen yang dinilai masih sesuai dengan DNA Lamborghini, yaitu mobil grand tourer. “Yang hilang, atau yang masih hilang, dan yang pada awalnya merupakan titik awal perusahaan kami, adalah gran turismo. Jadi idenya adalah gran turismo dua pintu 2+2,” ucap dia.
Konsep mobil dua pintu dengan konfigurasi empat tempat duduk tersebut dinilai masuk akal untuk memperluas pasar Lamborghini. Apalagi beberapa rival mereka telah lebih dulu bermain di segmen ini.