Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?
Advertisement . Scroll to see content

China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur

Senin, 08 Juni 2026 - 15:17:00 WIB
China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur
China terus mempercepat transformasi industri manufaktur dengan membangun lebih dari 43.000 pabrik pintar di seluruh negeri. (Foto: Ilustrasi/Wuling)
Advertisement . Scroll to see content

Tugas perencanaan yang sebelumnya membutuhkan dua orang selama lebih dari dua pekan kini dapat diselesaikan perangkat lunak berbasis AI hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Peran manusia lebih difokuskan pada verifikasi dan penyempurnaan hasil kerja sistem.

Industri Kendaraan Listrik Jadi Prioritas

Kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) menjadi salah satu sektor prioritas dalam pengembangan pabrik pintar generasi berikutnya di China.

Industri otomotif China saat ini menjadi contoh penerapan manufaktur cerdas berbasis AI. Salah satu contohnya adalah pabrik Avatr yang didukung jaringan 5G dan AI, yang mampu memproduksi satu kendaraan setiap 60 detik melalui proses produksi yang sangat otomatis.

Selain itu, pabrik kendaraan listrik Xiaomi juga menjadi sorotan publik karena memperlihatkan tingkat otomatisasi yang tinggi. Bahkan, fasilitas tersebut kini menjadi destinasi populer bagi masyarakat yang ingin melihat langsung proses produksi kendaraan modern.

Proyek-proyek tersebut menunjukkan semakin eratnya integrasi AI, platform internet industri, teknologi digital twin, dan sistem produksi pintar dalam industri otomotif China.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut