China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur
AI Tak Lagi Sekadar Otomatisasi
Penerapan AI di sektor manufaktur China kini tidak sebatas mengotomatisasi proses produksi. Teknologi tersebut mulai berkembang menjadi sistem yang mampu melakukan analisis mandiri dan membantu pengambilan keputusan secara real time.
Salah satu contohnya terlihat di pabrik transformator milik TBEA Shenyang Transformer Group. Perusahaan tersebut mengintegrasikan simulasi digital, penjadwalan produksi, pelaksanaan manufaktur hingga sistem pemantauan dalam satu platform terpadu.
Hasilnya, siklus pengembangan produk berhasil dipangkas 21 persen, sementara efisiensi produksi meningkat hingga 40 persen.
Perusahaan juga mengembangkan algoritma AI yang dapat memantau kondisi transformator secara berkelanjutan menggunakan data operasional waktu nyata. Sistem tersebut mampu memberikan peringatan dini antara delapan hingga 12 jam sebelum potensi gangguan terjadi sehingga tim pemeliharaan dapat mengambil tindakan lebih cepat.
Transformasi serupa juga berlangsung di industri galangan kapal. Hengli Shipbuilding di Dalian menggunakan sistem digital yang menghubungkan proses desain, perencanaan, pengadaan, rantai pasok, produksi hingga keuangan dalam satu ekosistem.