Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?
Advertisement . Scroll to see content

China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur

Senin, 08 Juni 2026 - 15:17:00 WIB
China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur
China terus mempercepat transformasi industri manufaktur dengan membangun lebih dari 43.000 pabrik pintar di seluruh negeri. (Foto: Ilustrasi/Wuling)
Advertisement . Scroll to see content

AI Tak Lagi Sekadar Otomatisasi

Penerapan AI di sektor manufaktur China kini tidak sebatas mengotomatisasi proses produksi. Teknologi tersebut mulai berkembang menjadi sistem yang mampu melakukan analisis mandiri dan membantu pengambilan keputusan secara real time.

Salah satu contohnya terlihat di pabrik transformator milik TBEA Shenyang Transformer Group. Perusahaan tersebut mengintegrasikan simulasi digital, penjadwalan produksi, pelaksanaan manufaktur hingga sistem pemantauan dalam satu platform terpadu.

Hasilnya, siklus pengembangan produk berhasil dipangkas 21 persen, sementara efisiensi produksi meningkat hingga 40 persen.

Perusahaan juga mengembangkan algoritma AI yang dapat memantau kondisi transformator secara berkelanjutan menggunakan data operasional waktu nyata. Sistem tersebut mampu memberikan peringatan dini antara delapan hingga 12 jam sebelum potensi gangguan terjadi sehingga tim pemeliharaan dapat mengambil tindakan lebih cepat.

Transformasi serupa juga berlangsung di industri galangan kapal. Hengli Shipbuilding di Dalian menggunakan sistem digital yang menghubungkan proses desain, perencanaan, pengadaan, rantai pasok, produksi hingga keuangan dalam satu ekosistem.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut