Agrinas Ungkap Harga Mobil Produksi Dalam Negeri 25 Persen Lebih Mahal dari India, Begini Kata Gaikindo
“Dari sisi hilir, jaringan purnajual juga telah tersebar di seluruh Indonesia, sehingga operasional kendaraan niaga relatif terjamin, baik dari sisi bengkel maupun ketersediaan suku cadang," kata Putu.
Sementara itu, Ketua Harian Gaikindo sekaligus Direktur Isuzu Astra Motor Anton Kumonty menilai struktur harga kendaraan tidak bisa dilepaskan dari variabel teknis dan kebijakan perusahaan. Dia mengingatkan pembahasan harga harus dilihat secara komprehensif.
“Terkait harga, daya saing sangat bergantung pada spesifikasi teknis serta kebijakan penetapan harga. Lalu ada masalah costing dan pricing,” ujar Anton.
Wakil Ketua Gaikindo Rizwan Alamsyah menyoroti aspek regulasi dan legalitas kendaraan. Di mana kendaraan prdouksi dalam negeri telah melalui berbagai kelayakan uji dari pemerintah.
“Kami selama ini telah melalui prosedur Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) sebagai bukti homologasi (pengesahan tipe kendaraan) sebelum dioperasikan di jalan raya. Bagaimana dengan kendaraan impor?,” katanya.
Di segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, sejumlah produsen seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor memiliki kapasitas produksi pikap lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun utilisasi kapasitas tersebut belum optimal akibat lesunya permintaan domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Dani M Dahwilani