Agrinas Ungkap Harga Mobil Produksi Dalam Negeri 25 Persen Lebih Mahal dari India, Begini Kata Gaikindo
Alasan Impor dari India
Joao mengungkapkan kebutuhan kendaraan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih mencapai lebih dari 100.000 unit. Jumlah tersebut dinilai krusial untuk distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok ke berbagai daerah.
Dia mengaku telah melakukan lobi dengan sejumlah grup otomotif besar, termasuk perusahaan di bawah naungan Astra International serta prinsipal Jepang. Negosiasi difokuskan pada harga dan skema pengadaan jangka panjang.
“Seharusnya kami bisa diberikan harga khusus sehingga kami mampu atau kami mau untuk ber-deal dengan mereka. Tapi sampai dengan terakhir, kami tidak mendapatkan atau tidak dikasih kesempatan untuk memberikan dengan harga yang khusus, sehingga kami terpaksa melakukan impor dari luar gitu. Khususnya India,” katanya.
Menurut Joao, keputusan impor diambil setelah mempertimbangkan aspek harga serta kepastian pasokan unit dalam jumlah besar. Kepastian waktu pengiriman dinilai penting agar program Kopdes Merah Putih berjalan sesuai target distribusi.
Gaikindo Beri Penjelasan
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas memproduksi kendaraan pikap, baik 4x4 maupun 4x2. Namun mayoritas produsen saat ini lebih fokus pada segmen 4x2 karena permintaan pasar domestik lebih besar di kategori tersebut.
“Industri ini tergantung dari pasarnya. Saat ini, pasar terbesar kendaraan niaga ada di segmen 4x2. Oleh karena itu, produsen lebih banyak memproduksi kendaraan niaga 4x2,” ujar Putu di Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Dia menambahkan segmen 4x4 pernah diproduksi di dalam negeri, tetapi permintaannya relatif terbatas. Sebaliknya, segmen 4x2 berkembang lebih kuat dan ditopang industri hulu hingga komponen.
Untuk kategori truk ringan atau light truck, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah melampaui 42 persen. Capaian tersebut mencerminkan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang.