Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Lewat Bond Market
Advertisement . Scroll to see content

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.660 Triliun pada Kuartal I 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 12:08:00 WIB
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.660 Triliun pada Kuartal I 2026
Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri Indonesia tumbuh 0,8 persen seara tahunan menjadi 433,4 miliar dolar AS atau setara Rp7.660 triliun. (Foto: ilustrasi/Okezone) 
Advertisement . Scroll to see content

Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,2 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,5 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen). 

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

Sedangkan, ULN swasta menurun. Pada kuartal I 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,4 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan posisi kuartal IV 2025 194,2 miliar dolar AS.

Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut