Tren Berobat ke Luar Negeri Mulai Bergeser, Masyarakat Pilih RS Domestik
Dalam sektor kesehatan, Andrey menilai industri ini relatif lebih bertahan (defensif) dibandingkan sektor konsumsi lainnya karena sifatnya yang krusial. Namun, bukan berarti tidak ada perubahan perilaku pada konsumen kesehatan.
Viral Pasien Cuci Darah Tak Bisa Berobat Pakai BPJS, Menkes Bilang Begini!
"Untuk kesehatan, masyarakat umumnya masih memprioritaskan kebutuhan medis utama, namun pengeluaran yang sifatnya elective atau non-urgent mulai lebih selektif," jelasnya.
Perubahan perilaku medis terlihat dari kecenderungan masyarakat untuk menunda tindakan non-mendesak atau lebih memilih layanan yang efisien dengan memanfaatkan asuransi serta BPJS. Konsumen kini lebih aktif membandingkan harga dan kualitas layanan sebelum mengambil keputusan medis.
Salah satu pergeseran signifikan diperkirakan terjadi pada tren berobat ke luar negeri. Pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya perjalanan menjadi faktor utama yang memaksa masyarakat untuk berhitung ulang.
"Keputusan untuk berobat ke luar negeri kemungkinan mulai lebih dipertimbangkan ulang, terutama dengan pelemahan rupiah dan tingginya biaya perjalanan. Sebagian masyarakat mungkin menunda treatment, mengurangi frekuensi medical check-up di luar negeri, atau mulai mempertimbangkan rumah sakit domestik yang kualitas layanannya semakin kompetitif," papar Andrey.
Kondisi ini dipandang sebagai peluang bagi rumah sakit domestik untuk menarik kembali pasar kelas menengah atas dengan menawarkan layanan yang bersaing secara kualitas namun tetap efisien dari sisi biaya.
Editor: Puti Aini Yasmin