Siswa SMP di Gresik Diduga Kena Peluru Nyasar Latihan TNI AL, Keluarga Ngaku Dapat Intimidasi
JAKARTA, iNews.id - Siswa SMP di Gresik, Jawa Timur, Darrell Fauta Hamdani (14) diduga menjadi salah satu korban peluru nyasar oleh oknum TNI. Dia diduga terkena peluru dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.
Ibu korban, Dewi Muniarti menjelaskan, peristiwa yang menimpa putranya itu terjadi pada 17 Desember 2025 lalu. Saat kejadian, korban tengah sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah tingkat lanjut dan tengah membaca brosur di musala sekolah.
“Posisi anak saya sedang membaca brosur. Acara tersebut dilakukan di musala sekolah. Jadi anak saya ini enggak ke mana-mana. Tiba-tiba kena peluru di tangan kirinya," ujar Dewi dalam konferensi pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).
Dewi menambahkan, peluru tersebut berasal dari latihan tembak prajurit TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer (km) dari sekolahnya. Peluru tersebut menembus lengan kiri Darrell hingga mengenai tulangnya. Peluru itu pun bersarang tepat di bagian punggung tangannya.
Tragis! Remaja Tewas Tertembak Oknum Polisi usai Main Perang-Perangan dengan Peluru Mainan
"Anak saya ini kena tulangnya sehingga dia dipasang pen tepat di tengah-tengah. Tangannya itu enggak bisa ditekuk maupun diluruskan secara normal," tuturnya.
Sementara itu, peluru lain juga mengenai temannya yang bernama Renheart dan bersarang di area punggung kanan bawah. Beruntung, peluru tersebut hanya mengenai lapisan lemak tanpa mencederai bagian tulang maupun organ dalam.
Olah TKP Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Ditemukan 13 Lubang Peluru
Kedua korban pun langsung dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo. Di sana, perwakilan TNI AL pun langsung menemui pihak sekolah dan keluarga dan membenarkan bahwa latihan itu diikuti oleh empat batalyon, yaitu Zeni, Angmor, POM, dan Taifib.
"Pihak Kesatuan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Pihak Kesatuan juga menyampaikan akan bertanggung jawab penuh atas penyembuhan dan pemulihan Para Korban sampai tuntas," kata Dewi.