Siasat The Doctor Samarkan Uang Hasil Jualan Narkoba, Beli Rekening Orang Lain
“Tersangka L direkrut dengan imbalan Rp1 juta untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya,” ujarnya.
Tak hanya itu, sindikat juga menggunakan teknik structuring atau memecah transaksi menjadi nominal kecil agar lolos dari pengawasan sistem keuangan. Pola ini terlihat dari transaksi berulang senilai Rp99 juta yang dilakukan ratusan kali.
Modus serupa juga dilakukan terhadap rekening milik perempuan berinisial DEH asal Tasikmalaya yang direkrut karena alasan ekonomi.
“DEH yang terdesak kebutuhan ekonomi bersedia menyerahkan KTP miliknya untuk didaftarkan rekening secara online oleh orang yang baru dikenalnya dengan imbalan tunai sebesar Rp2 juta,” ucap Eko.
Selain itu, rekening milik pria berinisial TZR digunakan langsung oleh penyuplai utama sabu untuk menerima transfer dari perantara The Doctor. Bahkan, sindikat juga membeli rekening siap pakai untuk menampung dana awal transaksi narkoba.
“Total arus dana masuk di rekening ini berjumlah Rp3,9 miliar dari 108 transaksi. Rekening ini dibeli oleh sindikat dengan harga Rp5.000.000, yang mencakup kartu ATM, kartu perdana, dan HP,” katanya.
Editor: Reza Fajri