Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadi Tersangka Suap, Harta Bupati Nonaktif Langkat Tembus Rp10,67 Miliar!
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat Soroti Kasus Korupsi Bupati Langkat, Sebut Anggaran Pendidikan Rawan Diselewengkan

Minggu, 05 Juli 2026 - 22:06:00 WIB
Pengamat Soroti Kasus Korupsi Bupati Langkat, Sebut Anggaran Pendidikan Rawan Diselewengkan
Pengamat mendesak KPK usut tuntas korupsi Bupati Langkat, Syah Afandin pada dana pendidikan. (Foto: Pemkab Langkat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai kasus korupsi proyek pengadaan seragam sekolah yang menyeret Bupati nonaktif Langkat Syah Afandin menjadi bukti sektor pendidikan masih rentan dikorupsi. Pihaknya menilai anggaran pendidikan seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mendesak agar setiap kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut harus dipulihkan dan dikembalikan untuk kepentingan dunia pendidikan.

"Anggaran pendidikan masih menjadi ladang empuk korupsi bagi elite daerah. Mengapa? Karena anggarannya besar, paket pengadaannya banyak, pengawasannya lemah, dan relasi kuasa kepala daerah terhadap dinas, kepala sekolah, serta penyedia barang/jasa sangat dominan," kata Ubaid kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

"Ketika pendidikan dikelola seperti proyek politik, maka sekolah berubah menjadi mesin rente," sambung dia.

Tak hanya proyek pengadaan, Ubaid juga menyoroti dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah dalam perkara tersebut. Menurutnya, jika kepala sekolah dipilih berdasarkan setoran, bukan kompetensi dan integritas, maka dampaknya akan langsung dirasakan terhadap kualitas pendidikan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut