Hendra menegaskan sampai sekarang dia belum pernah menerima undangan atau surat klarifikasi resmi dari federasi. Dia menyebut belum ada proses permintaan keterangan langsung terkait tuduhan kekerasan fisik maupun pelecehan seksual tersebut.
“Ya saya sampai saat ini kan belum ada undangan atau surat klarifikasi terkait tuduhan dan dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual,” kata Hendra kepada iNews, Rabu (25/2/2026).
“Jadi silakan ditanyakan ke delapan atlet itu saja. Setahu saya ada lima atlet putra dan tiga atlet putri yang mengadu ke Ibu Ketum,” lanjut dia.
Hendra mengakui pola kepelatihannya dikenal keras dan sudah diterapkan selama sekitar 15 tahun. Dia menyebut gaya tersebut menjadi karakter melatihnya sejak awal menangani atlet panjat tebing nasional.
“Saya sudah 15 tahun melatih. Kalau pola latihannya keras, itu memang gaya dan karakteristik melatih saya,” ucap dia.