Mengenal Roehana Koeddoes, Pahlawan dan Jurnalis Perempuan yang Berani Bersuara
Sementara itu, jurnalis perempuan Najwa Shihab turut merefleksikan semangat jurnalis perempuan pertama Indonesia, Roehana Koeddoes yang tetap bersuara meski menghadapi berbagai tekanan.
Menurut Najwa, apabila ruang-ruang konvensional semakin sulit dipertahankan karena alasan bisnis atau tekanan lainnya, jurnalis harus berani mencari medium baru.
"Ruangnya bisa berbeda, mediumnya bisa berganti, tapi spirit-nya (harus tetap ada). Ada banyak cara menurut saya sekarang yang bisa dilakukan dan semua cara itu valid," katanya.
Trini Tambu, Ketua Yayasan Amai Setia juga menjadikan Roehana Koeddoes sebagai refleksi para jurnalis perempuan agar lebih percaya diri serta menghasilkan banyak pemikiran kritis.
"Saya rasa yang penting adalah rasa percaya diri dan juga bahwa wanita itu sangat mampu. Tidak hanya harus bergantung kepada pria ya, jadi bisa mandiri sendiri dan dengan pemikiran yang kritis bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang sangat penting," ujar Trini.
Editor: Reza Fajri