Masalah Gangguan Mental Meningkat Serang Usia SMP dan SMA, Ini Penyebabnya
"Nah cuma, kalau makanan nutrisi kita masukkan melalui mulut, nah kalau misalnya isi pikiran kita, itu namanya bukan nutrisi, tapi namanya data dan informasi. Nah kita masukkannya melalui apa? bukan melalui mulut, melalui panca indra. Jadi apa yang kita dengar, apa yang kita saksikan, apa yang apa, itu jadi makanan pikiran kita," ujarnya.
Menurut Ade Rai, derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat, terutama generasi muda, lebih mudah terpapar berbagai konten di media sosial maupun internet. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko seseorang mengonsumsi informasi yang negatif atau melemahkan kondisi psikologisnya.
Dia kemudian mengibaratkan dampak konsumsi informasi yang buruk layaknya salah mengonsumsi makanan. Jika salah makan dapat menyebabkan gangguan fisik, maka salah mengonsumsi informasi dapat berdampak pada kesehatan mental.
"Bisa gak ada salah makan dalam arti data dan informasi? Bisa. Nah makanya ketika salah makan dalam hal mulut, terjadi namanya diare secara fisikalitas. Nah kalau kita salah makan secara pikiran, data dan informasinya melemahkan, maka terjadi yang namanya diare secara mentalitas, atau yang dikenal dengan namanya mencret secara mental, yang hari ini dikenal yang namanya mental illness gitu," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani