Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maruarar soal Wacana Rumah Subsidi Mungil: yang 60 Meter Nggak Ada di Kota
Advertisement . Scroll to see content

Maruarar Batalkan Rencana Perkecil Rumah Subsidi: Saya Mohon Maaf

Kamis, 10 Juli 2025 - 16:47:00 WIB
Maruarar Batalkan Rencana Perkecil Rumah Subsidi: Saya Mohon Maaf
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR, Rabu (10/7/2025). (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

"Nanti yang menetapkan itu Pak Nikson (Dirut BTN), yang akan membiayai ini, kan BTN punya standar sendiri, ada pedomannya, setelah itu kita pelajari, yang penting harus standar dulu," tegas Hashim.

Sebagai informasi, dalam draft Keputusan Menteri (Kepmen) PKP tentang Batasan Luas Tanah, Luas Lantai dan Batasan Harga Jual Rumah dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

Melalui draft Keputusan Menteri itu, untuk jenis Rumah Umum Tapak luas tanah ditetapkan paling rendah 25 meter persegi, dan paling tinggi 200 meter persegi. Sedangkan untuk luas lantai rumah akan ditetapkan paling rendah 18 meter persegi, dan paling tinggi 35 meter persegi.

Ketentuan soal luas tanah minimal terhitung mengecil jika dibandingkan dengan regulasi sebelumnya, Keputusan Menteri PUPR Nomor 689/KPTSM/M/2023. Melalui Kepmen ini, luas tanah rumah tapak umum paling rendah 60 meter persegi dan paling tinggi 200 meter persegi. Sedangkan untuk luas lantai rumah paling rendah 21 meter persegi, dan paling tinggi 36 meter persegi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut