Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland
Advertisement . Scroll to see content

Latar Belakang Perang Teluk 3: Invasi Amerika Serikat di Irak

Rabu, 14 Februari 2024 - 05:28:00 WIB
Latar Belakang Perang Teluk 3: Invasi Amerika Serikat di Irak
Latar belakang Perang Teluk 3 (Foto: History)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Latar belakang perang Teluk 3 menjadi sejarah yang harus diketahui. Perang Teluk 3 atau juga disebut sebagai Perang Irak ini merupakan salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan di awal abad ke-21. 

Peperangan tersebut terjadi pada tahun 2003. Perang ini menandai invasi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak, dan membawa konsekuensi yang masih terasa hingga sekarang.

Latar Belakang Perang Teluk 3

Dilansir dari situs History, Selasa (13/2/2024), terjadinya perang Teluk 3 dilatar belakangi oleh klaim palsu Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden George W. Bush yang menyatakan bahwa Presiden Irak, Saddam Hussein memiliki atau sedang membuat senjata pemusnah massal. Tuduhan itu yang membuat PBB membentuk tim inspeksi senjata yang dipimpin oleh Hans Blinx.

Lalu pada tanggal 19 Maret 2003, Amerika Serikat bersama dengan pasukan koalisi terutama dari Inggris, memulai perang terhadap Irak. 

Tepat setelah ledakan mulai mengguncang Bagdad, ibu kota Irak, Presiden George W. Bush mengumumkan dalam pidatonya di televisi, “Saat ini, pasukan Amerika dan koalisi sedang dalam tahap awal operasi militer untuk melucuti senjata Irak, untuk membebaskan rakyatnya dan untuk melucuti senjata Irak, membela dunia dari bahaya besar.”  

Peperangan dimulai sekitar 90 menit setelah batas waktu yang ditetapkan Amerika Serikat bagi Saddam Hussein untuk meninggalkan Irak atau menghadapi perang telah berlalu.  Sasaran pertama kemudian dihantam oleh Amerika Serikat dengan rudal jelajah Tomahawk dari pesawat pembom tempur dan kapal perang AS yang ditempatkan di Teluk Persia.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut