Latar Belakang DI/TII di Berbagai Daerah Indonesia Beserta Pemimpinnya
Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dilatarbelakangi adanya ketidakpuasan di kalangan bekas pejuang gerilya kemerdekaan yang tergabung dalam Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pembentukan Tentara nasional Indonesia/Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (TNI/APRIS).
Jalannya pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan dipimpin oleh Kahar Muzakkar, Pemimpin KGSS dan berlangsung cukup lama, yakni sekitar 12 tahun lamanya. Pada periode 1953-1965, Kahar Muzakkar menyebutnya sebagai masa revolusi Islam, dengan salah satu operasinya yang terkenal yaitu Operasi Toba.
Operasi tersebut bertujuan untuk menghilangkan berbagai hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Keberadaan gerakan Kahar Muzakkar telah mengancam kedamaian rakyat sipil karena kerap kali terjadi pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah.
Dalam upaya mengatasi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, pemerintah melancarkan operasi militer, Operasi Merdeka dan Operasi Halilintar. TNI juga melancarkan Operasi Musafir.
Operasi militer terhadap pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan berakhir pada Februari 1965, setelah Kahar Muzakkar tewas ditembak.