Kunker di Era Pandemi dan Gaya Komunikasi Mahfud MD
Mahfud rupanya tidak ingin terjebak oleh ruang, antara masjid dan gedung pemerintahan. Baginya, kehadiran Presiden untuk memberikan arahan di Gedung Grahadi merupakan peristiwa penting bagi masyarakat Jawa Timur.
Faktanya, hari itu untuk kesekian kalinya Jawa Timur menjadi pencetak kasus terbanyak Covid-19. Tak ada cara lain meredam agresifitas virus yang mengancam nyawa manusia itu, kecuali disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Karena itu, pesan Presiden harus disampaikan berulang-ulang, termasuk di rumah-rumah ibadah. Tak perlu modal besar, karena yang dibutuhkan adalah pemahaman akan konteks, audiens, disertai gaya dan keterampilan komunikasi, seperti yang dilakonkan dengan baik oleh Menko Polhukam.
Di tengah kegiatannya yang padat siang itu, di kalangan pers Gedung Grahadi beredar berita yang berasal dari Pamekasan, daerah kelahiran sang menteri. Sebuah media online mewartakan beberapa warga Madura berinisiatif memperbaiki jalan menuju makam ayahanda Mahfud di Desa Plakpak, Kabupaten Pamekasan. Rupanya, jadwal pak Menko untuk esok harinya bocor dan langsung direspons oleh penduduk di kampung halamannya.
Mahfud, menurut warga desa itu memang tidak pernah menghubungi pejabat di Madura bila hendak pulang kampung, kecuali bila kedatangannya memang untuk bertemu dengan bupati atau pejabat setempat. Itu sebabnya, wargalah yang beramai-ramai membenahi jalan rusak menuju makam ayahandanya, bukan dinas pekerjaan umum setempat.