Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua
Pemerintah, kata Velix, memastikan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan masyarakat setempat. Di sisi lain, dia menilai Pesta Babi sebagai karya jurnalistik memiliki sudut pandang tertentu dalam penyampaian narasi.
Namun, dia menyoroti pemilihan bahasa, sudut pandang pemberitaan, hingga narasumber yang ditampilkan dalam film tersebut dinilai belum sepenuhnya menghadirkan perspektif pemerintah secara utuh.
"Kami tidak melihat ada segmen dari pemerintah meski dalam film ini ada dua kali screen yang menjelaskan tentang rapat kabinet tentang Papua yang menghadirkan kami di dalam film itu, tapi juga harus diberikan ruang dalam film itu kepada kami menjelaskan tentang arah kebijakan pemerintah hari ini," ucapnya.
Sebelumnya, pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate, Selasa 12 Mei 2026, dibubarkan aparat TNI. Acara tersebut terpaksa dibubarkan setelah panitia sempat berdebat dengan oknum anggota TNI yang hadir ke lokasi.
Editor: Aditya Pratama