Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivis Sebut Film Pesta Babi Gambarkan Peminggiran Masyarakat Adat
Advertisement . Scroll to see content

Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua 

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18:00 WIB
Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua 
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Ada Apa di Balik Film Pesta Babi?" yang disiarkan di iNews, Selasa (19/5/2026). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua menilai film dokumenterPesta Babi dapat menjadi bahan evaluasi. Namun, pihaknya menegaskan pembangunan Papua tetap dijalankan melalui pendekatan budaya dan sosial yang humanis.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai mengatakan, sejumlah fakta yang disampaikan dalam film dokumenter tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah, baik dalam konteks ekonomi, politik, maupun hubungan kebangsaan. 

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pembangunan di Papua perlu dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi.

“Kami melihat ini menjadi bagian dari kritikan bagi pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten atau juga pihak private company bagaimana cara pendekatan terhadap pembangunan di Papua,” ujar Velix dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Ada Apa di Balik Film Pesta Babi?' yang disiarkan di iNews, Selasa (19/5/2026). 

Velix menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap mengedepankan pendekatan budaya dalam agenda percepatan pembangunan Papua. 

Pemerintah, kata Velix, memastikan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan masyarakat setempat. Di sisi lain, dia menilai Pesta Babi sebagai karya jurnalistik memiliki sudut pandang tertentu dalam penyampaian narasi. 

Namun, dia menyoroti pemilihan bahasa, sudut pandang pemberitaan, hingga narasumber yang ditampilkan dalam film tersebut dinilai belum sepenuhnya menghadirkan perspektif pemerintah secara utuh.

"Kami tidak melihat ada segmen dari pemerintah meski dalam film ini ada dua kali screen yang menjelaskan tentang rapat kabinet tentang Papua yang menghadirkan kami di dalam film itu, tapi juga harus diberikan ruang dalam film itu kepada kami menjelaskan tentang arah kebijakan pemerintah hari ini," ucapnya.

Sebelumnya, pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate, Selasa 12 Mei 2026, dibubarkan aparat TNI. Acara tersebut terpaksa dibubarkan setelah panitia sempat berdebat dengan oknum anggota TNI yang hadir ke lokasi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut