KNKT Ungkap KA Argo Bromo Mulai Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Sayangnya, kata dia, masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari pusat kendali hanya meminta pengereman secara bertahap sambil terus membunyikan klakson.
“Tapi karena dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JPL 85, kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35 artinya banyak banyak klakson, jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum,” tuturnya.
Penjelasan itu kembali disela oleh Lasarus dengan menyoroti adanya selisih jarak sekitar 300 meter apabila pengereman maksimal dilakukan sejak awal.
“Padahal kalau dia ngerem benar 900-1 km sudah bisa berhenti?” tanya Lasarus.
“Iya,” jawab Soerjanto.
Kendati demikian, KNKT menegaskan bahwa pihaknya belum sampai pada kesimpulan investigasi untuk bisa menyampaikan hasil akhirnya.