Kisah Sukses BJ Habibie, Berkarier di Jerman hingga Buat Industri Pesawat di Indonesia
Presiden Soeharto memanggil Habibie untuk pulang ke Indonesia pada 1974. Kepulangan Habibie ke Indonesia diawali pertemuan dengan Ibnu Sutowo di Jerman. Kepada Habibie, Ibnu Sutowo menjelaskan pembangunan Indonesia yang sedang digalakkan pada masa Orde Baru.
Habibie resmi datang ke Indonesia pada 28 Januari 1974. Dia menemui Ibnu Sutowo di kantornya di Jakarta. Meski sudah datang ke Indonesia, Habibie sempat bolak-balik Indonesia-Jerman karena sebagai Direktur Teknolgi MBB di Jerman.
Habibie baru membawa keluarga kembali ke Indonesia pada 1978. Dia kemudian menjabat Menristek pada Maret 1978.
BJ Habibie menemukan teori Crack Propagation. Teori ini merupakan analisis retakan pada struktur material pesawat. Dengan memahami teori ini, insinyur dapat membuat struktur pesawat lebih kuat.
Menurut Buku 'BJ Habibie: Sebuah Biografi', Habibie merupakan crack propagation on random hingga ke level atom. Habibie kemudian dikenal sebagai Bapak Teknologi di Indonesia. Prestasinya adalam membuat pesawat N-250 Gatotkaca. Pesawat ini pertama dibuat seluruhnya oleh orang Indonesia.
Habibie menjabat sebagai Direktur Teknologi di PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dan berhasil membuat N-250 Gatotkaca, pesawat pertama buatan Indonesia.
Setelah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 di bawah Presiden Soeharto, Habibie diangkat sebagai Presiden Indonesia ketiga setelah Soeharto mundur pada 21 Mei 1998. Masa jabatannya singkat, hanya 1 tahun dan 5 bulan, tetapi ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia dengan mengeluarkan UU Anti Monopoli, UU Partai Politik, dan UU Otonomi Daerah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq