Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : JK Buka Suara usai Dilaporkan: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan!
Advertisement . Scroll to see content

Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59:00 WIB
Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM
Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI) Imanuel Ebenhaezer Lubis. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Immanuel juga berpesan kepada organisasi Kristiani di Indonesia agar menjadi teladan bagi sesama masyarakat. Dia mengingatkan teladan hidup Yesus Kristus untuk terus mengedepankan kasih.

"Buat organisasi Kristen, kami juga berdoa agar menjadi berkat bagi semua orang. Kami tidak membatasi untuk melaporkan tapi sedianya kita ikuti dan teladani Yesus Kristus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita lakukan dengan dasar kasih," tandas dia.

JK pun buka suara usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama terkait ceramah itu. Dia merasa difitnah oleh pihak-pihak tertentu.

Dia mendoakan agar Allah SWT memaafkan pihak-pihak yang telah memfitnahnya.

"Saya sedang mempelajari itu di mana letak (tuduhan). Mudah-mudahan Tuhan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Wal-fitnatu asyaddu minal-qatl. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, semua memfitnah saya semua," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dia pun mengaku menggunakan istilah mati syahid lantaran tengah berbicara di hadapan jemaah masjid.

"Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadan, artinya yang hadir cuma orang Muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami," ujar JK.

Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut