Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar
"Kalau Israel pasang border saja ke seluruh Gaza, mau apa? Siapa yang berani melawan juga?" ucapnya.
Dalam situasi itu, Aris menjelaskan Prabowo memilih pendekatan berbeda dengan membangun komunikasi luas dengan berbagai kekuatan dunia. Prabowo menjalin hubungan baik dengan sejumlah pemimpin dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, hingga negara-negara di Timur Tengah.
"Beliau baik dengan Trump, dengan pemimpin negara-negara di Timur Tengah, dengan Xi Jinping, dengan Putin. Semua berkawan. Kemudian Trump mengumpulkan, mendengar suara kita. Jadi, ada satu titik cerah, masuk di situ," kata Aris.
Dia menekankan, tanpa posisi tawar yang kuat, Indonesia tidak akan memiliki pengaruh dalam percaturan global, termasuk dalam isu memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Kita kalau tidak punya bargaining power, kita tidak akan didengar," ujarnya.
Aris juga membantah anggapan langkah bergabung dalam BoP menunjukkan Indonesia condong ke Amerika Serikat. Dia menilai narasi tersebut sebagai bentuk pemelintiran terhadap kebijakan pemerintah.