Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eksklusif! Kepala Bappisus Tegaskan Prabowo bakal Tindak Tegas Pelaku Teror ke Aktivis 
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:19:00 WIB
Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mengungkap alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigas Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengungkap alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP). Keputusan tersebut merupakan strategi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Aris dalam Dialog Spesial Kepala Bappisus: Perang Iran, Kondisi Indonesia hingga Teror Aktivis bersama Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono, mengatakan, pendekatan Indonesia selama puluhan tahun yang konsisten membela Palestina belum menghasilkan dampak konkret di level global.

"Kita sudah berapa puluh tahun membela Palestina? Setiap ada agresi, invasi, kita selalu mengutuk, mengutuk, melanggar resolusi. Tetapi sampai sekarang enggak pernah ada guna," kata Aris.

Menurut dia, berbagai resolusi internasional kerap tidak efektif karena terbentur kepentingan negara besar, termasuk veto yang berulang kali terjadi. Akibatnya, situasi di Gaza tidak banyak berubah, bahkan semakin memburuk.

"Sekarang Gaza dalam keadaan hancur lebur, 80 persen," ujarnya.

Secara teknis, kata Aris, posisi Palestina juga semakin terjepit. Dia mencontohkan, jika Israel memperketat kontrol wilayah, ruang gerak Palestina pun akan semakin terbatas.

"Kalau Israel pasang border saja ke seluruh Gaza, mau apa? Siapa yang berani melawan juga?" ucapnya.

Dalam situasi itu, Aris menjelaskan Prabowo memilih pendekatan berbeda dengan membangun komunikasi luas dengan berbagai kekuatan dunia. Prabowo menjalin hubungan baik dengan sejumlah pemimpin dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, hingga negara-negara di Timur Tengah.

"Beliau baik dengan Trump, dengan pemimpin negara-negara di Timur Tengah, dengan Xi Jinping, dengan Putin. Semua berkawan. Kemudian Trump mengumpulkan, mendengar suara kita. Jadi, ada satu titik cerah, masuk di situ," kata Aris.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut