Kendalikan Lonjakan Kasus Campak, Kemenkes Amankan Ketersediaan Vaksin dan Percepat Imunisasi
Kementerian Kesehatan juga memantau distribusi dan ketersediaan vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL). Sistem ini memantau inventori logistik vaksin hingga tingkat puskesmas di seluruh Indonesia.
Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai. Sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki stok untuk 2–5 bulan, sembilan provinsi untuk 5–7 bulan, dan enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.
Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign atau imunisasi kejar. Program ini akan dilakukan di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak.
Rizka mengatakan vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya sebelum digunakan di masyarakat.
“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” kata dia.