Jelang Akhir Tahun, Progres Pembangunan IKN Tahap I Terus Menggeliat
Sistem tenaga listrik di IKN akan dirancang dan dikembangkan melalui tiga tahap. Jangka pendek (2022-2023) PV Rooftop, EV Support di tempat umum dan komersial, perumahan, industri, dan stasiun pengisian daya. Kemudian jangka menengah (2024-2025) Wind Farm kapasitas 70 MW pada 2024 dan Solar Farm kapasitas 50 MW pada 2025. Lalu jangka panjang (2026-2045) akan dibangun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 910 MW pada 2028.
Selain itu, masih dalam rangka menciptakan green economy, IKN yang berada di atas lahan seluas sekitar 250 hektare, dari luasan tersebut terbagi atas bangunan, lahan tani dan hutan tropis Kalimantan. Konfigurasi ini akan melestarikan hutan Kalimantan sebagai hutan tropik dunia yang sejalan dengan komitmen Indonesia untuk Net Zero Emission pada 2050.
"IKN berada di atas lahan seluas sekitar 250 hektare, dari luasan tersebut hanya 25 persen untuk bangunan, 10 persen untuk green area seperti lahan tani, sisanya seluas 65 persen akan dibiarkan sebagai hutan untuk kebun binatang," ujar Agung.
Dalam pelaksanaan pembangunan IKN, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga menyatakan, banyak melibatkan penggunaan teknologi ramah lingkungan.
“Beberapa teknologi baru yang sebelumnya belum pernah diterapkan dalam sejarah pembangunan di Indonesia bakal diimplementasikan dalam membangun proyek ibu kota baru. Salah satu teknologi yang sebelumnya tidak pernah diterapkan adalah pembangunan tol bawah laut di IKN alias immerse tunnel,” tutur Danis.