Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Minta Skenario Haji 2026 di Tengah Perang AS-Israel vs Iran, Keselamatan Jemaah Prioritas!
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Harus Siap Hadapi Kemungkinan Buruk akibat Perang di Iran, Persatuan Nasional Jadi Kunci

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:04:00 WIB
Indonesia Harus Siap Hadapi Kemungkinan Buruk akibat Perang di Iran, Persatuan Nasional Jadi Kunci
Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada banyak pemimpin dunia tak mampu menjaga perdamaian. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Inilah dilema kebijakan moneter klasik: menahan inflasi atau menyelamatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, kini terbelah. Sebagian pembuat kebijakan berpendapat pasar tenaga kerja yang melemah membutuhkan suku bunga lebih rendah, sementara kelompok lain khawatir inflasi masih berada di atas target 2 persen.

Jika ekonomi terbesar dunia menghadapi kebingungan kebijakan, negara berkembang tentu akan menghadapi dilema yang lebih berat.

Indonesia dalam Tekanan yang Sama

Bagaimana dengan Indonesia? Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak, gas, dan bahan baku pupuk, Indonesia tidak kebal terhadap dampak krisis ini. Lonjakan harga energi meningkatkan biaya subsidi energi dan menekan anggaran negara.

Di sisi lain, kenaikan harga energi dapat memicu inflasi domestik melalui biaya transportasi, produksi, dan pangan. Bank Indonesia pun menghadapi dilema yang sama: menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi atau mempertahankannya demi menjaga pertumbuhan ekonomi.

Dengan kata lain, krisis Iran menempatkan banyak negara—termasuk Indonesia—dalam skenario mimpi buruk ekonomi global.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut