Indonesia Harus Siap Hadapi Kemungkinan Buruk akibat Perang di Iran, Persatuan Nasional Jadi Kunci
Inilah dilema kebijakan moneter klasik: menahan inflasi atau menyelamatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, kini terbelah. Sebagian pembuat kebijakan berpendapat pasar tenaga kerja yang melemah membutuhkan suku bunga lebih rendah, sementara kelompok lain khawatir inflasi masih berada di atas target 2 persen.
Jika ekonomi terbesar dunia menghadapi kebingungan kebijakan, negara berkembang tentu akan menghadapi dilema yang lebih berat.
Indonesia dalam Tekanan yang Sama
Bagaimana dengan Indonesia? Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak, gas, dan bahan baku pupuk, Indonesia tidak kebal terhadap dampak krisis ini. Lonjakan harga energi meningkatkan biaya subsidi energi dan menekan anggaran negara.
Di sisi lain, kenaikan harga energi dapat memicu inflasi domestik melalui biaya transportasi, produksi, dan pangan. Bank Indonesia pun menghadapi dilema yang sama: menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi atau mempertahankannya demi menjaga pertumbuhan ekonomi.
Dengan kata lain, krisis Iran menempatkan banyak negara—termasuk Indonesia—dalam skenario mimpi buruk ekonomi global.