Indonesia Harus Siap Hadapi Kemungkinan Buruk akibat Perang di Iran, Persatuan Nasional Jadi Kunci
Perang Iran dan Guncangan Ekonomi Global
Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini bukan sekadar krisis geopolitik kawasan. Konflik ini telah berkembang menjadi guncangan ekonomi global yang dampaknya menjalar dari pasar energi hingga harga pangan dunia. Perang modern tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di jalur perdagangan, pasar keuangan, dan dapur rumah tangga masyarakat di berbagai belahan dunia.
Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan: apa sebenarnya tujuan strategis Amerika Serikat dalam konflik ini?
Banyak analis internasional bahkan menyebut bahwa arah perang ini sepenuhnya bergantung pada keputusan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ketidakpastian inilah yang membuat prospek berakhirnya krisis menjadi semakin kabur.
Selama tujuan politik Washington belum jelas, dunia harus bersiap menghadapi dampak ekonomi yang berlapis-lapis. Yang pasti, perang ini akan menciptakan pemenang dan pecundang dalam sistem ekonomi global.
Energi: Senjata Ekonomi yang Paling Mematikan
Guncangan paling langsung terasa di sektor energi. Jalur strategis seperti Selat Hormuz selama puluhan tahun dikenal sebagai “arteri energi dunia.” Sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati selat sempit tersebut, atau hampir seperlima dari total konsumsi minyak global.