Ichsanuddin Noorsy: Fundamental Ekonomi Indonesia Rapuh karena Bergantung pada Dolar AS
"Kalau dilihat kenapa rapuh, karena bisa kita lihat nilai tukar kita itu dilepas ke pasar. Ketika Anda melepas ke pasar, pertanyaan besarnya sandaran dolar itu apa?" tuturnya.
Dia berpendapat dominasi dolar selama ini ditopang oleh posisi AS sebagai pemimpin ekonomi dunia sekaligus kekuatan militer global. Namun, menurutnya, kedua faktor tersebut kini mulai melemah.
"Dua jawabannya, bagaimana Amerika menjadi pemimpin ekonomi dunia, bagaimana Amerika berbasis kekuatan militernya menjadi pemimpin hegemoni. Tapi dua-duanya sekarang rontok," katanya.
Atas dasar itu, Ichsanuddin menilai fondasi yang menopang dolar AS tidak lagi sekuat sebelumnya. Karena itu, negara-negara yang masih sangat bergantung pada sistem ekonomi berbasis dolar rentan menghadapi gejolak global.
"Jadi underlying asetnya itu yang saya sebut kalau pakai bahasa saya, ekonomi khayalan. Moneternya juga gitu, khayalan juga," ujarnya.