Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Pede Rupiah Kembali Menguat 2-3 Bulan ke Depan
Advertisement . Scroll to see content

Ichsanuddin Noorsy: Fundamental Ekonomi Indonesia Rapuh karena Bergantung pada Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 - 19:53:00 WIB
Ichsanuddin Noorsy: Fundamental Ekonomi Indonesia Rapuh karena Bergantung pada Dolar AS
Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy mengkritik klaim sejumlah pejabat yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi kokoh atau solid. Menurut dia, kondisi perekonomian nasional masih menyimpan kerentanan karena bergantung pada sistem keuangan global yang bertumpu pada dolar Amerika Serikat (AS).

"Ada seorang tokoh di Indonesia dari mulai jabatan menteri, sampai kemudian jabatan gubernur Bank Indonesia, sampai jabatan wakil presiden. Mereka mengatakan fundamental ekonomi Indonesia kokoh. Saya bilang kokoh mimpi," kata Ichsanuddin dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Berkecamuk, Penyebab Rupiah Ambruk?' yang tayang di iNews, Selasa (2/6/2026).

Dia menilai narasi fundamental ekonomi Indonesia saat ini solid perlu dipertanyakan. Sebab, menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menunjukkan fondasi ekonomi nasional belum benar-benar kuat.

"Sama seperti sekarang, fundamental ekonomi Indonesia solid. Solid, solid rapuh," ujarnya.

Menurut Ichsanuddin, salah satu indikator kerentanan tersebut terlihat dari sistem nilai tukar rupiah yang mengikuti mekanisme pasar. Kondisi itu membuat pergerakan ekonomi domestik sangat dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut