Hari Anak Nasional 2025: KPAI Soroti Perlindungan Generasi Muda di Tengah Ancaman Zaman
“Faktanya, kita belum ke mana-mana. Perlindungan anak masih terpusat pada masalah di rumah, padahal intervensi sudah banyak dilakukan,” katanya.
Dalam upaya menjawab dinamika zaman, pemerintah telah meluncurkan berbagai program seperti pemeriksaan kejiwaan anak untuk merespons dampak negatif gawai, sekolah rakyat bagi anak-anak terdampak kemiskinan ekstrem, serta relawan mengajar di wilayah terpencil untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan.
Namun, KPAI menekankan bahwa itu semua belum cukup tanpa gerakan yang menyentuh langsung keseharian anak. Jasra mengingatkan bahwa dunia anak bukanlah dunia yang diam di balik layar, tetapi dunia penuh gerak, interaksi, dan apresiasi.
Ia mencontohkan momen HAN yang digelar di kawasan Car Free Day bersama Menteri PPPA, di mana permainan tradisional dihidupkan kembali sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi dunia digital.
“Gerakan fisik dan permainan tradisional harus jadi arus utama di setiap kawasan. Dunia anak adalah dunia yang bergerak, bukan membeku dalam peraduan digital,” ujarnya.