Gelar Halalbihalal Virtual, Gus Yaqut Minta Kader Ansor Percepat Adaptasi Teknologi
Pemanfaatan teknologi dan penguasaan di dunia maya menjadi keniscayaan para kader agar dakwah yang dilakukan juga lebih masif dan berdampak kuat. Dia menilai, kekuatan Ansor dan Banser yang sangat besar saat ini harus dioptimalkan untuk memberi kemanfaatan di berbagai lini kehidupan. Dengan penguasaan teknologi itu, ujar Gus Yaqut, maka komitmen besar Ansor dan Banser dalam menjaga ulama, serta NKRI tetap terwujud.
Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut secara pribadi maupun sebagai Menteri Agama juga meminta maaf kepada seluruh kader karena Kongres Ansor belum bisa dilaksanakan sesuai rencana awal. Meski demikian, penundaan kongres akibat pandemi Covid-19 ini diyakini akan banyak mendatangkan hikmah bagi kemajuan organisasi pemuda NU ini ke depan.
“Untuk itu melalui forum ini saya meminta maaf kepada seluruh kader dan semoga kita bisa terus berkhidmat untuk NU dan NKRI,” ujarnya.
Instruktur nasional GP Ansor KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) juga menilai kekuatan Ansor dan Banser saat ini luar biasa. Selain memiliki jumlah yang sangat besar, kiprah Ansor dan Banser di lapangan juga semakin nyata. Di berbagai daerah, Ansor dan Banser selalu menjadi penggerak utama dalam kegiatan sosial seperti penanganan Covid-19.
Meski demikian, Gus Nadhif berharap Ansor dan Banser tidak lengah dengan potensi besar yang dimiliki tersebut. Sebab tantangan bangsa ke depan semakin kompleks lebih-lebih di era teknologi digital. Menurut Gus Nadhif, Ansor dan Banser tak hanya kuat berkiprah di lapangan, tapi juga perlu di dunia maya. Selama ini, diakui kekuatan Ansor di dunia maya belum sangat kuat.
“Kebesaran Ansor saat disiapkan Allah untuk segalanya, maka transformasi media juang adalah keniscayaan, utama di media. Kekuatan di dunia maya harus kita imbangi,” terang Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin, Tayu Wetan, Kabupaten Pati ini.
Halalbihalal Virtual GP Ansor ini selain diikuti Sekjen Abdul Rochman, Waketum Mohammad Haerul Amri, Wakasat Kornas Banser Hasan Basri Sagala, juga lebih dari 300 peserta baik dari pengurus pusat, pengurus wilayah, cabang, anak cabang, ranting dan cabang internasional seperti Korea Selatan, Arab Saudi, Mesir, Taiwan, dan Malaysia.
Editor: Kastolani Marzuki