Fakta dan Misteri Pasukan Siluman Sat-81 Kopassus, Ikut Buru Gembong Teroris
Hanya objek atau kasus tertentu yang ditangani satuan ini, sejalan dengan kata kuncinya. Namun, beberapa tahun ini kualifikasi yang dimiliki Sat-81 lebih dari penanggulangan teror. Ini pula yang menjadi penyebab dihilangkannya kata Gultor pada kesatuan, menunjukkan personelnya bisa menjalankan misi lebih luas.
Kesatuan ini bernam awal Den-81 yang kemudian dimekarkan menjadi Grup-5/Anti teror pada periode 19952001. Setelah itu terjadi perubahan organisasi dari Grup-5/Antiteror menjadi Sat-81 Gultor, hingga kini menjadi Sat-81.
2. Misi Misterius
Seperti pasukan elite lainnya, informasi mengenai kekuatan sesungguhnya Sat-81 tidak diketahui pasti. Data jumlah personel hingga jenis senjata yang digunakan tidak disebar untuk konsumsi publik. Namun di awal pembentukannya satuan ini diketahui menggunakan senjata sebagaimana dipakai personel GSC-9.
Berdasarkan berbagai laporan, anggota keluarga personel Sat-81 kerap ditinggal tanpa diberi tahu ke mana dan untuk misi apa mereka pergi. Bukan hanya itu terkadang para prajurit juga tidak tahu jenis dan lokasi misi tempur sampai berada di medan. Oleh karena itu personel Sat-81 harus memiliki kesiapan mentan dan fisik serta kesanggupan beradaptasi dengan cepat agar bisa bertahan dalam menjalankan tugas.
3. Membantu Penanganan Kasus Terorisme Terkenal
Satuan ini dilaporkan ikut serta dalam pengejaran beberapa nama kasus terorisme, seperti Noordin M Top pada 2009 dan pelaku teror bom di Sarinah Thamrin pada 2016. Pasukan ini juga turun tangan dalam kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018.
Meski kepolisian memiliki satuan antiteror sendiri yakni Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88), Sat-81 juga kerap dilibatkan dalam penanganan kasus terorisme jika ada ancaman bersifat kompleks dan rumit.