Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri HAM Natalius Pigai: 20 Orang Tewas dalam Sebulan di Papua
Advertisement . Scroll to see content

Enam Laskar FPI Tewas Ditembak, Komnas HAM Targetkan Investigasi Sebulan Selesai

Selasa, 29 Desember 2020 - 20:23:00 WIB
Enam Laskar FPI Tewas Ditembak, Komnas HAM Targetkan Investigasi Sebulan Selesai
Jenazah anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) tiba di Petamburan untuk disemayamkan. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

Ketika memasuki pintu Tol Karawang Barat, tim Laskar FPI yang menggunakan Avanza tidak menemukan apa pun di lokasi yang diperkirakan sebagai tempat kejadian perkara (TKP) serangan terhadap rombongan Laskar FPI yang menumpangi Chevrolet B 2152 TBN.

Hingga Senin, siang atau pukul 12.00 WIB FPI masih mencari keberadaan enam Laskar FPI tersebut di berbagai rumah sakit dan sejumlah tempat, namun belum mengetahui keadaan dan keberadaan mereka.

“Ketika Kapolda Metro Jaya melakukan konferensi pers dan memberikan Informasi bahwa enam Laskar ditembak mati, barulah kami mengetahui kondisi keenam laskar yang ada dalam mobil Chevrolet sudah dalam keadaan syahid,” ucap Munarman

Keenam Laskar FPI yaitu, Andi Oktiawan (33), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Faiz Ahmad Syukur (22), Muhammad Reza (20), Lutfi Hakim (25), dan Muhammad Suci Khadavi (21). FPI kemudian memutuskan untuk membawa penembakan tersebut ke Komnas HAM.

Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya dan Polres Karawang menggelar rekonstruksi di empat titik terkait kasus Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam rilis resmi Polda Jawa Barat, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, di empat tempat kejadian digelar 58 adegan rekonstruksi memperlihatkan bagaimana awal mula penyerangan Laskar FPI terhadap polisi hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut