Dulu Jual Air Minum di Stasiun, Siapa Sangka Sosok Ini Menjelma Jadi KSAD dan Terpilih Wapres!
Kalimat inilah yang lantas ditafsirkan Hartas bahwa penguasa Orde Baru itu setuju Try menjadi pendampingnya. Terlebih, lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) 1959 ini juga pernah menjadi ajudan Soeharto (1974-1978). Namun jalan takdir memang akhirnya menulis Try ke tampuk kekuasaan.
“Majelis Permusyawaratan Rakyat masa bakti 1992 -1997 melalui Sidang Umum pada tahun 1993 akhirnya memilih Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden HM Soeharto,” tulis Puspen TNI dalam laman resmi mereka dikutip Rabu (13/12/2023).
Jumat, 15 November 1935, menjelang isya. Tangis jabang bayi memecah keheningan malam di Genteng Bandar Lor, Surabaya. Orok merah dari Rahim Mardhiyeh itu tak pelak disambut sukacita seluruh keluarga, tak terkecuali sang ayah, Soebandi. Itulah momen ketika Try Sutrisno lahir.
Try nama aslinya tertulis Tri merupakan anak ketiga. Sebelumnya Mardhiyeh melahirkan dua anak perempuan. Si sulung diberi nama Siti Asma dan kedua Suhara. Bila nama Try merujuk anak ketiga, Sutrisno berarti gabungan dari Su (lebih) dan trisno (cinta).
“Nama itu diberikan kedua orang tuanya dengan harapan agar bayi yang lahir kelak bisa menjadi manusia yang lebih cinta kepada Allah, orang tua dan sesama,” tulis buku biografi berjudul ‘Jenderal TNI Try Sutrisno, Sosok Arek Suroboyo’ terbitan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad dikutip Rabu (13/12/2023).