Dulu Jual Air Minum di Stasiun, Siapa Sangka Sosok Ini Menjelma Jadi KSAD dan Terpilih Wapres!
JAKARTA, iNews.id - “Jangankan konsultasi dengan Pak Harto, dengan saya saja tidak,” kata Try Sutrisno.
“Saya tidak bisa menunjuk siapa yang memulai, tapi kepala staf sospol ABRI suatu hari melapor kepada saya bahwa rapat staf Mabes ABRI memutuskan saya menjadi calon ABRI untuk jabatan Wakil Presiden.”
Ucapan Try Sutrisno itu diungkapkan kepada jurnalis kawakan Salim Said dalam sebuah wawancara pada 3 Juli 2012. Cerita seputar pencalonan jenderal kelahiran Surabaya itu sebagai Wapres RI tertera dalam buku Said, 'Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto’.
Terpilihnya Try memang ‘unik’. Menurut Salim, pencalonan Try diumumkan Kasospol ABRI Letjen TNI Harsudiono Hartas tanpa sebelumnya berkonsultasi dengan Presiden Soeharto. Ini tentu melawan kelaziman karena biasanya penguasa Cendana lebih dahulu menyebut cawapres pilihannya. Lebih aneh, Hartas bahkan tidak meminta persetujuan Try.
Mengapa demikian? Versi Hartas, ABRI mendorong Try untuk maju karena ada dua calon menonjol saat itu. Satu lainnya yakni BJ Habibie. Namun Soeharto di kediamannya, Jalan Cendana, Jakarta Pusat, berujar “Tempat Habibie di bidang teknologi.”