DPR Minta Kemenhut Siaga Karhutla, Ingatkan Titik Panas Mulai Terdeteksi di Riau
JAKARTA, iNews.id - Komisi IV DPR meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau panjang 2026. Dia mengatakan titik panas alias hotspot mulai terdeteksi di Riau menjelang musim kemarau 2026.
Anggota Komisi IV DPR Rajiv memandang langkah kesiapsiagaan seperti apel siaga dan jambore karhutla yang telah dilakukan perlu ditingkatkan. Dia meminta kegiatan itu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diikuti dengan langkah konkret di lapangan.
“Koordinasi dengan daerah-daerah rawan harus terus diperkuat. Sekarang memang sudah ada apel dan jambore, tapi itu harus ditingkatkan lagi dengan kesiapan nyata di lapangan,” kata Rajiv, dikutip Rabu (1/4/2026).
Terlebih, kata dia, sejumlah wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda awal peningkatan titik panas. Dia mengatakan hotspot sudah terdeteksi di sejumlah kabupaten di Riau dalam beberapa pekan terakhir.
Terungkap! Ini Alasan Bandung Zoo Disegel usai Izin Dicabut Kemenhut
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatra periode 1 Januari hingga 25 Maret 2026, yakni 302 titik panas dari total 582 titik panas di Sumatra.
Adapun data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan luas karhutla di Riau tercatat 2.713,26 hektare dalam kurun waktu 1 Januari hingga 24 Maret 2026.
Kemenhut Pulangkan 4 Orang Utan dari Thailand, Korban Perdagangan Ilegal