Ditahan KPK, Hakim Merry: Saya Gak Terima Uang, Saya Bingung
JAKARTA, iNews.id – Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Medan Merry Purba ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap. Usai menjalani pemeriksaan Merry ditahan Rutan cabang KPK.
Keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 17.46 WIB, Merry yang mengenakan rompi oranye tahanan itu berjalan dengan kepala tertunduk.Wajahnya tampak kuyu. Saat ditanya kasus yang menjeratnya, dia berkali-kali mengaku tidak tahu.
"Saya gak pernah menerima uang. Saya gak tahu, makanya saya bingung (yang disangkakan), sampai sekarang ini saya masih bingung," kata Merry di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Kendati demikian, dia mengaku turut menjadi hakim yang mengadili terdakwa Tamin Sukardi dalam perkara penjualan aset negara senilai Rp132 miliar.
Tamin sebelumnya didakwa berusaha menguasai aset negara berupa lahan bekas hak guna usaha PTPN II seluas 74 hektare (ha) di Pasar Empat Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. Dia lalu menjualnya senilai Rp132 miliar lebih.