Bak Film Kartel! Kampung Narkoba Samarinda Punya Sniper untuk Awasi Pendatang
“Kemudian pada perempatan gang Blok F Gang Langgar, sniper mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” tambah Eko.
Pembeli yang yang sudah masuk hingga lokasi penjualan di Blok F akan memberikan uang untuk satu klip kecil sabu yang dihargai Rp150.000.
“Loket penjualan narkoba di Gang Langgar sudah beroperasi selama 4 tahun. Penjualan narkoba per hari mencapai 1.000-1.200 klip kecil dengan harga Rp150.000 per klip kecil,” ucap Eko.
Dengan seluruh modus penjualan yang terjadi di kampung narkoba Gang Langgar, penyidik menyimpulkan praktik yang dilakukan para tersangka berjalan secara terstruktur dan terorganisasi.
Polisi menangkap 13 tersangka. Mereka adalah Firnandes alias Nando selaku bandar narkoba yang menjual di Gang Langgar. Dia juga anak dari bandar narkoba Andes alias H Endi (buronan) sekaligus bawahan dari H Sudi (buronan). Perannya dibantu Ade Saputra alias Ayam Jago dan Tri Pamungkas sebagai penjual di loket, serta Hadi Saputra selaku kurir.
Dalam pengungkapan ini, polisi juga menangkap para sniper di antaranya Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin Alias Wiwin, Muhammad Ical Alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dores dan Idham Halid alias Idam.
Sementara para tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (buronan) yakni Andes alias H Endi (pemilik lama), H Andi Sudi (penyuplai narkoba Gang Langgar), Malik dan Bripka Dedy Wiratama (sniper).
Editor: Reza Fajri