Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 104.000 Kasus per Tahun, Kanker Payudara dan Paru Jadi Ancaman Utama di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Angka Kematian Kanker di Indonesia Tinggi 59 Persen, Fasilitas dan Jumlah Dokter Jadi Sorotan

Sabtu, 04 April 2026 - 15:09:00 WIB
Angka Kematian Kanker di Indonesia Tinggi 59 Persen, Fasilitas dan Jumlah Dokter Jadi Sorotan
Tercatat, terdapat 408.661 kasus kanker di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 242.099 atau sekitar 59,24 persen. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Angka kematian akibat kanker di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan dan Globocan 2022 menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Tercatat, terdapat 408.661 kasus kanker dengan total kematian mencapai 242.099 atau sekitar 59,24 persen. Angka ini dinilai tinggi dan tidak sebanding dengan fasilitas layanan kanker yang tersedia.

Jumlah fasilitas pelayanan kanker di Indonesia bahkan tercatat kurang dari 80 unit. Kondisi tersebut sangat timpang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 275 juta jiwa.

Berdasarkan standar International Atomic Energy Agency, idealnya tersedia satu mesin radioterapi untuk setiap 250.000 penduduk. Namun, realisasi di Indonesia masih jauh dari angka tersebut.

Selain itu, jumlah dokter spesialis onkologi radiasi juga masih terbatas. Saat ini hanya terdapat sekitar 135 dokter dan mayoritas masih terpusat di Pulau Jawa.

Kondisi ini membuat akses pengobatan kanker menjadi tidak merata. Pemerintah dan pihak swasta pun terus berupaya menambah fasilitas layanan guna menekan angka kematian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut