Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Simak! Daftar Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Kemenhut Tutup di Libur Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Aktivis Konservasi Orang Utan Birute Galdikas Meninggal, Kemenhut Berduka

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:29:00 WIB
Aktivis Konservasi Orang Utan Birute Galdikas Meninggal, Kemenhut Berduka
Menhut Raja Juli Antoni (kanan) saat bertemu Birute Mary Galdikas, aktivis konservasi orang utan (dok. Kemenhut)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Birute Mary Galdikas, aktivis konservasi orang utan dunia pada Selasa (24/3/2026). Birute diketahui telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya di pedalaman hutan Kalimantan Tengah.

“Selamat jalan Ibu Prof. Dr. Birute Mary Galdikas! Indonesia kehilangan salah seorang putri terbaik yang bekerja keras dalam senyap selama puluhan tahun di pedalaman hutan Kalimantan Tengah untuk konservasi habitat orang utan,” kata Menhut dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
 
Dia menyampaikan, kabar duka tersebut diterima langsung dari putra Birute, Fred. Fred mengabarkan bahwa ibunya mengidap kanker paru yang membuatnya tidak bisa melakukan perjalanan jauh ke Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, meski rasa rindu terhadap hutan Kalimantan sangat besar.

Dia juga menyinggung adanya wasiat khusus dari mendiang mengenai tempat peristirahatan terakhirnya. Birute berkeinginan untuk dimakamkan di tanah Dayak, Kalimantan Tengah, berdekatan dengan pusara suaminya yang telah lebih dulu berpulang.

"Fred menyampaikan wasiat Bu Birute bahwa bila beliau meninggal nanti, beliau ingin dimakamkan di tanah Dayak, di Kalteng, berdekatan dengan pusara suaminya. Fred membenarkan dan akan mengurus administrasi penerbangan jenazah dari LA ke Jakarta di KJRI LA," ujarnya.

Lebih lanjut, Menhut menyebut Birute sebagai sosok tangguh yang berkomitmen tinggi. Dia mengenang momen emosional saat pertama kali menjabat sebagai Menhut dan berdiskusi dengan para aktivis konservasi.

Saat itu, Birute menangis terharu karena merasa kerja kerasnya kembali mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Bila hari ini Anda melihat Taman Nasional Tanjung Puting yang indah terjaga, tanpa terlihat Anda akan temukan jejak kaki dan tangan seorang perempuan berhati keras dan berkomitmen tinggi," kata Menhut.

Pemerintah melalui KBRI di Washington DC dan KJRI Los Angeles kini tengah berkoordinasi untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Birute ke Indonesia sesuai dengan permintaan terakhirnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut