5 Fakta Pelayanan Haji RI Dikeluhkan Jemaah, Tenda Sempit hingga Toilet Sulit Diakses
“Pelayanan di Mina banyak sekali (misalnya) tenda yang penuh sesak, banyak AC yang tidak berjalan, penanganan makanan yang tidak sesuai, toilet yang tidak memenuhi kebutuhan jemaah, dan fasilitas air yang sangat kurang, bahkan air minum juga tidak terpenuhi," kata anggota Timwa Selly Andriana.
Fasilitas makanan di Arafah dan Mina juga dikeluhkan jemaah. Variasi makanan yang disediakan terbatas dan porsinya pun kecil. Tak jarang, jemaah harus mengantri lama untuk mendapatkan makanan.
"Makanan yang diberikan juga tidak sesuai dengan standar pelayanan, di mana variannya dinilai sedikit dan seringkali mereka kehabisan jatah makan," kata anggota Timwas DPR Wisnu Wijaya.
Jemaah haji juga mengeluhkan kurangnya koordinasi dan informasi dari petugas haji Indonesia. Hal ini membuat jemaah kebingungan dan kesulitan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
“Saya kira ini memang sudah sangat mendesak untuk dibuat Pansus karena 10 tahun saya di Komisi VIII, perubahan itu nyaris tidak ada. Baik dari sisi pemondokan, hanya sedikit perbaikan di hotel-hotel. Kemudian catering hampir tidak ada, catering ini dari tahun ke tahun selalu menimbulkan masalah,” ujar Anggota Timwas Endang Maria Astuti, Minggu (16/6/2024).
Timwas Haji DPR segera membentuk Pansus Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2024. Pelayanan haji yang masih banyak ditemukan kekurangan akan menjadi dasar evaluasi.
“Saya melihat bahwa harus ada evaluasi dari pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Saudi Arabia, terutama kepada pihak Masyair,” ujar anggota Timwas Selly Andriany.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq