4 Alasan Menkes Budi Jadi Calon Kuat Bos WHO, Nomor 3 Mengejutkan!
2. Pengalaman Reformasi Sistem Kesehatan Besar
Meski bukan berlatar belakang pendidikan medis, rekam jejak dia sebagai Menteri Kesehatan Indonesia menjadi sorotan. Pascapandemi Covid-19, dia mendorong reformasi sistem kesehatan berskala nasional.
Transformasi yang dilakukan mencakup pembenahan layanan primer, perubahan regulasi pendidikan kedokteran, hingga restrukturisasi sistem pembiayaan kesehatan. Langkah-langkah itu dinilai menunjukkan kapasitas kepemimpinan dalam situasi krisis dan perubahan besar.
3. Modernisasi Digital Kesehatan
Salah satu poin yang disorot adalah percepatan digitalisasi layanan kesehatan Indonesia. Penguatan infrastruktur kesehatan digital dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akses layanan.
Di era pascapandemi, 'digital health' menjadi agenda penting global. Pengalaman ini dinilai relevan dengan arah kebijakan WHO ke depan yang semakin menekankan integrasi teknologi dalam sistem kesehatan.
4. Potensi Menjembatani Kepentingan Global
WHO saat ini menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks, termasuk hubungan dengan negara-negara donor utama dan negara berkembang. Budi dinilai memiliki posisi strategis sebagai representasi negara berkembang dengan ekonomi besar.