Menkes Budi Calon Kuat Jadi Dirjen WHO Berikutnya versi Health Policy Watch
JAKARTA, iNews.id – Nama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali mencuat sebagai salah satu calon terkuat menjadi Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) menurut analisis terbaru dari Health Policy Watch.
Laporan Health Policy Watch merinci bukan hanya daftar kandidat potensial, tetapi juga konteks tantangan besar yang akan dihadapi pemimpin WHO berikutnya. Seperti apa laporan lengkapnya?
Mandat Direktur Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus saat ini akan berakhir pada Agustus 2027, dan sejak awal 2026 perbincangan tentang penerusnya sudah menguat di lingkaran diplomatik global. Meski proses resmi pengajuan kandidat baru dimulai pada April 2026, setidaknya 12 figur dari berbagai negara telah 'difavoritkan', termasuk Menkes Budi.
Laporan itu menyoroti sejumlah krisis yang dihadapi WHO, antara lain kekurangan dana signifikan akibat penarikan dukungan Amerika Serikat, pemotongan staf sekitar 25 persen, serta masalah transparansi dan kepercayaan internal. Karena itu, delegasi berbagai negara mencari figur yang bisa membawa reformasi struktural sekaligus memulihkan kredibilitas organisasi.

Dalam daftar calon yang disusun Health Policy Watch, Menkes Budi digambarkan sebagai kandidat yang punya 'profil CEO', lebih mirip manajer reformasi ketimbang pemimpin klinis tradisional. Analisis menyebutkan beberapa hal utama. Apa saja? Simak beritanya sampai selesai.
- Ketelitian fiskal: Budi, yang berpengalaman sebagai mantan bankir senior dan memimpin beberapa BUMN besar, dianggap sesuai dengan kebutuhan WHO yang tengah menuntut reformasi anggaran dan akuntabilitas.
- Reformasi kesehatan besar-besaran: Meski bukan berlatar belakang medis, selama menjabat Menkes dia sukses mempercepat reformasi sistem kesehatan Indonesia, terutama modernisasi layanan digital kesehatan pascapandemi Covid-19.
- Dukungan geopolitik: Sumber-sumber Eropa yang diwawancarai menyebut Budi mendapatkan dukungan kuat dari kekuatan Asia seperti Jepang dan India. Dia juga dinilai kandidat yang bisa menjembatani kepentingan negara-negara Global South dengan tuntutan reformasi dari negara-negara Eropa.
- Harapan keterlibatan AS: Di tengah upaya memulihkan hubungan AS dengan WHO, figur teknokrat seperti Budi dinilai bisa membantu membuka jalan diplomatik yang diperlukan.