Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Megawati Menunggu 56 Tahun hingga Nama Baik Bung Karno Dipulihkan Negara
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi Cikini, Bung Karno Nyaris Tewas Dibunuh dengan Ledakan 5 Granat di Sekolah Guntur dan Mega

Senin, 24 Januari 2022 - 19:54:00 WIB
Tragedi Cikini, Bung Karno Nyaris Tewas Dibunuh dengan Ledakan 5 Granat di Sekolah Guntur dan Mega
Presiden Soekarno menghadiri acara ulang tahun Sekolah Perguruan Cikini (Percik) Jakarta, pada 30 November 1957. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Soekarno tidak ada di sana. Guntur sempat mengira ayahnya menjadi korban ledakan granat di Cikini itu.

"Aku cepat ngibrit ke kamar Bapak. Ternyata Bapak tidak ada di situ. Jangan-jangan Bapak tewas kena granat dan aku sekarang jadi anak yatim."

Diliputi kekhawatiran, tiba-tiba dia mendengar teriakan ayahnya memanggil-manggil nama Saiin. Guntur pun lari ke kamar Bung Karno. 

Soekarno lolos dari serangan ledakan granat. Tapi dia terluka di lengan karena terkena kawat duri saat menerobos pagar rumah di depan Sekolah Perguruan Cikini.

"Bukan kena granat, kena kuwat duri. Waktu mbrobos pager rumah di depan sekolahmu, aku kecantol kawat durinya. Bapak disembunyikan oleh Kak Dijo dan Odin. Mereka melindungi Bapak dengan badannya. Oding ternyata kena granat di pahanya," katanya kepada Guntur.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut