RK-Suswono Gagas Program Maghrib Mengaji untuk Cegah Kenalan Remaja-Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji
"Pramono ini gagal paham, nggak begitu konsepnya. Siswa tetap belajar di sekolah seperti biasa dan pulang juga sama seperti biasa. Hanya saja, ketika sudah sampai rumah, pelajar diharuskan mengaji di masjid, mushala atau ke guru ngaji di sekitar tempat tinggal masing-masing," katanya.
Nantinya, kata Basri, para pelajar akan diberi buku monitoring dari sekolah. "Di situ ada batas akhir mengaji, tanda tangan guru ngaji dan diketahui orang tua," terangnya.
Selain untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi siswa muslim, Basri berkata, program Maghrib Mengaji juga ditujukan untuk mengurangi kenakalan remaja seperti tawuran, geng motor, mabuk miras, narkoba dan lainnya.
"Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan. Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan narkoba," kata Wakil Ketua DPRD Jakarta Periode 2024-2029 ini.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa program Maghrib Mengaji juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji. Pasalnya para guru ngaji akan diberi honor yang dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.