Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kreator Konten Berinisial AW Ditangkap usai Produksi Ganja di Rumah
Advertisement . Scroll to see content

KPK : Pensiunan PNS DKI yang Cairkan Cek Beli Rumah Rp3,5 Miliar Sebelum Meninggal

Kamis, 17 Maret 2022 - 14:17:00 WIB
KPK : Pensiunan PNS DKI yang Cairkan Cek Beli Rumah Rp3,5 Miliar Sebelum Meninggal
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata di Balai Kota Jakarta. (Foto MNC Portal).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan pejabat eselon III Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencairkan cek senilai Rp35 miliar usai pensiun. Dia sempat membeli rumah seharga Rp3,5 miliar sebelum meninggal dunia.

"Dia membeli rumah cash senilai Rp3,5 miliar," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata saat membuka acara 'bimbingan teknis (bimtek) program keluarga berintegritas Provinsi DKI Jakarta' di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).

Alexander mengatakan laporan tersebut dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Saya sampaikan KPK pernah menerima laporan PPATK dari salah seorang pejabat eselon III di DKI, begitu yang bersangkutan pensiun dan mencairkan cek sejumlah Rp35 Miliar," ujar Alex.

Kemudian, Alex meminta jajarannya untuk mengklarifikasi atas pencairan cek tersebut. Sebab, KPK menduga cek itu terkait penerimaan gratifikasi

"Saya bilang klarifikasi, klarifikasi, tetapi saya tidak tahu mungkin sudah jalan Tuhan tidak lama setelah kami klarifikasi beliau meninggal," paparnya.

Kemudian, pidananya dihentikan karena yang bersangkutan sudah meninggal. Lebih lanjut, Alex menegaskan KPK tetap menindak lanjuti temuan PPATK tersebut dengan melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. 

Dia menilai walaupun dugaan tindak pidananya tidak bisa diteruskan karena meninggal dunia, namun demikian kekayaannya dapat dikenakan pajak.

“Karena kalau orang pajak itu saya lihat enggak peduli uang dari korupsi atau dari jualan apapun pokoknya tambah kekayaannya bayar pajak. Kita limpahkan ke Ditjen Pajak, supaya apa, supaya atas kekayaan tadi itu bisa kena pajak,” tutur Alex.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut