KP2C Desak Bupati dan Wali Kota Tangani Sampah Bambu di Bendung Koja
Permintaan KP2C itu dilontarkan karena timbulan sampah bambu selalu terjadi tanpa henti. "Sudah berulang kali dibersihkan, tapi tetap saja ada kiriman lagi dan nyangkut di Bendung Koja," ucapnya.
Untuk mencari tahu sumber sampah, dia menjelaskan, KP2C pada Selasa, 26 Februari 2019 melakukan ekspedisi "Susur Sungai Cikeas Bersama". Susur sungai sehari penuh itu diawali dari satu titik di Jagorawi Golf, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. ekspedisi berakhir di pos pantau Tinggi Muka Air (TMA) sungai Cikeas KP2C di perbatasan Nagrak, Kabupaten Bogor, dengan Jatirangga, Kota Bekasi.
Susur Sungai
Susur sungai melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi, KP2C, Tagana Kabupaten Bogor, dan Tagana Kota Bekasi. Dengan didukung Pemdes Bojongkulur, Pemdes Karanggan, Koramil Gunungputri, dan Pengurus golf Jagorawi, kegiatan ini menyusuri wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi.
Menurut Puarman yang menginisiasi susur sungai, pohon bambu mendominasi sepanjang bantaran sungai Cikeas. Ditemukan banyak pohon bambu yang hampir rubuh, sudah rubuh bahkan yang menghalangi aliran sungai.
"Banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memangkas pohon bambu dan dibiarkan begitu saja. Ketika TMA naik, bambu bekas potongan terbawa oleh arus. Lalu, menyumbat di Bendung Koja," ujarnya.